Sabtu, 20 November 2010

DIAL UP

TATA CARA AKSES INTERNET

Pokok bahasan
Dial Up   :Akses internet dengan cara menghubungkan komputer
langsung dengan saluran telephone menggunakan
Modulator Demulator (modem).

Beberapa ciri dari layanan dial up cennection diantaranya adalah :

a.  Pelanggan tidak perlu melakukan pendaftaran/registrasi
b.  Pelanggan harus memiliki telpon rumah
c.  Pelanggan biasanya hanya perorangan saja
d.  Biaya yang dibayar begantung waktu pemakaian
e.  Kecepatan akses data maksimal hanya 56 Kbps
  1. Tidak layak digunakan untuk jaringan komputer
  2. Username dan Password ditentukan oleh ISP

Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL) adalah sebuah
teknologi  yang mengirimkan  sinyal-sinyal melalui  kabel 
tembaga  pada  frekuensi  yang  berbeda  dengan 
frekuensi  yang  digunakan  untuk pelayanan  telepon

ADSL memungkinkan untuk menerima kecepatan data 1.5 – 9 Mbps (kecepatan downstream) dan mengirim data pada kecepatan 16 – 640 Kbps
(kecepatan upstream).

Jika  menggunakan  teknologi  ini  untuk  akses  internet,  maka  kita  harus
mempunyai sebuah modem ADSL, jalur telepon, dan terdaftar pada ISP yang punya layanan ADSL.

Beberapa Keuntungan ADSL :

1. Kita dapat tersambung ke Internet, dan tetap dapat menggunakan telepon
   untuk menerima / menelepon.
2. Kecepatan jauh lebih tinggi dari modem biasa.
3. Tidak perlu kabel telepon baru, ADSL memungkinkan mengggunakan
    kabel telepon yang ada.
4. Beberapa ISP ADSL akan memberikan modem ADSL sebagai bagian
    dari instalasi.

Beberapa Kekurangan ADSL :
1. Sambungan ADSL akan bekerja dengan sempurna jika lokasi kita cukup
   dekat dengan sentral telepon.
2. Sambungan ADSL lebih cepat untuk menerima data daripada mengirim
    data melalui Internet.
3.  Kabel tembaga tua dapat menurunkan kualitas sambungan dan
   menurunkan kecepatan.
4.  Pada saat musim hujan, air sangat menganggu kualitas kabel telepon.
5. Jasa ADSL tidak ada di wilayah yang tidak ada kabel telepon

Jumat, 19 November 2010

............... . .

demiii aku yang pernah adaa di hatimuuu .
pergi sajaaa dengan KEKASIH muu yang baruu..
dan aku yang terluka oleh hatimuuu.
mencoba mengobati perih kku sendiri.
ku yakin BISA !
AKU BISAA TANPAMU ! 

Kamis, 18 November 2010

ajarikuuu donggg


Ajariku Rahasiamu - Tangga *courtesy of LirikLaguIndonesia.net kan kutempuh segala cara tuk sembuhkan rasa kecewa ku belajar tuk berhenti mencintaimu dan membunuh rasa ini reff: ajariku cara melupakanku agar ku tetap kuat tanpa pelukanmu agar senantiasa kudapat jalani hidup tanpa cintamu ajari aku rahasiamu dulu kukira katamu sungguh kan kita pelihara rasa cinta hingga akhir masa ku belajar tuk menjaga dan saling percaya namun kini tak berarti

Senin, 15 November 2010

lalalala slalu slalu dan slalu CINTA

Chrispy Bheda
Makna Cinta Kahlil Gibran


Bagi Gibran cinta mengarahkan manusia pada Allah, dan karena cinta pula Allah mempertemukan diri-Nya kepada manusia. Lantaran itu dalam pandangan Gibran cinta sesungguhnya adalah cinta atas nama Allah dan cinta kepada Allah itu sendiri, karena segala sesuatu adalah pantulan dan imanensi dari Sang Mahacinta. Cinta kepada yang lain selain Allah, tetapi atas nama dan di dasarkan pada Allah akan membawa manusia dan alam semesta kepada persekutuan dengan Allah. Hal ini terungkap jelas dalam tulisannya yang berjudul Cinta Keindahan Kesunyian, (Yogyakarta, Bentang Budaya, 1999, hal. 72-74)

"Cinta membimbingku mendekati-Mu namun kemudian kegelisahan membawaku menjauhinya. Aku telah meninggalkan pembaringanku, cinta, karena takut pada hantu kelupaan yang bersembunyi di balik selimut kantuk. Bangun, bangun, cintaku, dan dengarkan aku. Aku mendengarkan-Mu, kekasihku! Aku mendengar panggilan-Mu dari dalam lautan dan merasakan kelembutan sayap-sayap-Mu. Aku telah menginggalkan pembaringanku dan berjalan di atas rerumputan. Embun malam membasahi kaki dan keliman pakaianku, di sini aku berdiri di bawah bunga-bunga pohon Almond, memperhatikan ruh-Mu."

Gibran tidak hanya menekankan cinta sebagai dasar hubungan antara manusia dengan Allah, tetapi lebih jauh dari itu melalui dan dalam cinta manusia diarahkan, dituntun sampai pada tahap akhirnya hidup dalam persekutuan dengan Allah. Cinta melampaui keterbatasan manusia, menembus ruang fisik dan berjumpa dengan Allah. Dengan demikian cinta ditempatkan Gibran sebagai bentuk hubungan terpenting dan tertinggi.

Agar sampai pada persekutuan dengan Allah melalui Cinta, bagi Gibran cinta itu harus berangkat dari peran manusia yang kongkret dalam kodrat kemanusiaan dan potensi-potensinya yang lebih jauh dan luas. Dalam Triloginya Sang Nabi, Taman Sang Nabi, dan Suara Sang Guru (Yogyakarta, Pustaka Sastra, 2004, hal 212) dengan jelas Gibran menggambarkan tentang hal tersebut.

"Kalian orang-orang beriman yang dapat menemukan adanya suatu dasar untuk kemajuan seluruh umat manusia dalam sifat baik manusia, dan bahwa dalam diri manusia terdapat tangga kesempurnaan yang menuju Roh Kudus? Jika kalian dapat berlaku demikian, maka kalian akan seperti bunga bakung di taman kebenaran yang abadi harumnya baik tersimpan dihirup manusia atau tersapu oleh angin lalu."

Hal senada dikatakan Gibran dalamSemua Karena Cinta (Yogyakarta, Narasi, 2005, hal. 54)

"Hidup tanpa cinta bagaikan sebatang pohon yang kokoh berdiri namun dahannya kering, tanpa dihiasi buah ataupun bunga."

Sejalan dengan pandangan mistik agama samawi, bagi Gibran persatuan Allah dan manusia tidak hanya terjadi dalam cinta yang meluap-luap dan berkobar-kobar kepada Allah dalam ekstase. Gibran lebih memandang pengalaman mistik dari aspek etika. Pengalaman mistik dalam pandangan Gibran tidak berarti melarikan diri dari tugas dan tanggungjawab hidup di dunia ini, dengan menyingkir untuk masuk dalam ekstase kebahagiaan untuk diri sendiri saja, membelakangi dunia serta melupakan segala penderitaan hidup diri sendiri maupun orang lain. Baginya mistisisme yang hanya mementingkan diri sendiri adalah egoisme alias pengingkaran terhadap kodrat manusia. Gibran menekankan bahwa relasi cinta antara Allah dan manusia baru akan menjadi nyata bila melimpah ke dunia dalam wujud cinta kepada sesama. Ini harus terjadi bukan dengan kata-kata, melainkan dalam belas kasihan dan kurban diri.

Wujud tertinggi dari cinta bagi Gibran adalah terlibat atau melibatkan diri dalam dunia; dan bentuk keterlibatan itu dimaknai oleh Gibran dengan kerja. Kerja atau pekerjaan adalah satu-satunya wujud relasi manusia dengan Allah dalam dunia, sebagai sebuah bentuk kurban diri yang kongkret. Kerja yang dimaksudkan Gibran tidak hanya melibatkan daya fisik tetapi juga pikiran dan perasaan manusia. Melalui kerja manusia dapat mewujudkan dirinya sebagai individu. Dengan bekerja manusia dapat melebur dalam persatuan dengan sesama, dan dengan bekerja pula manusia dapat menjumpai Allah di dalam alam semesta. Hal ini dilukiskan Gibran dalam Triloginya (hal.28-29)

"...aku berkata bahwa hidup memang kegelapan, jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat-keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan. Dan segala pengetahuan adalah hampa, jika tidak diikuti pekerjaan. Dan setiap pekerjaan akan sia-sia, jika tidak disertai cinta. Bekerja dengan rasa cinta, berarti kalian sedang menyatukan diri dengan diri kalian sendiri, dengan diri-diri orang lain - dan kepada Allah."

Gibran meyakini bahwa kerja merupakan dimensi mendasar hidup manusia di dunia. Latar belakang pemikirannya adalah karena manusia ialah citra Allah, juga karena perintah yang diterima dari Penciptanya untuk menaklukkan dan menguasai dunia. Bagi Gibran semua perkerjaan manusia harus berorientasi pada cinta. Karena kerja yang berlandaskan pada cinta, maka melalui kerja atau pekerjaan manusia tidak hanya mengubah kodrat, tetapi juga mewujudkan dirinya sendiri dan membangun masyarakat keluarga dan bangsa.

Bagi Gibran cinta tidak punya makna selain mewujudkan maknanya sendiri. Cinta tidak memberikan apa-apa pada manusia, kecuali keseluruhan dirinya, dan cintapun tidak mengambil apa-apa dari manusia, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tidak memiliki atau dimiliki, karena telah cukup untuk cinta. Namun jika manusia mencintai dengan hasrat dan keinginan, maka manusia harus meluluhkan diri, mengalir di dalamnya, dan terlibat. Hanya saja dalam kehidupan manusia cinta yang sempurna tidak dapat ditemukan. Kehidupan adalah tabir kegelapan, berkerudung dan bercadar. Melalui dan dalam cinta manusia senantiasa digiatkan untuk melakukan pencarian makna kehidupan dengan mengamalkan cinta kasih, tetapi kesempurnaan cinta hanya ada dan dimiliki oleh Allah.

"Apabila kalian mencinta, janganlah berkata: "Allah ada di dalam hatiku" tetapi sebaliknya kalian merasa: "Aku berada di dalam Allah" Dan jangan kalian mengira bahwa kalian dapat menentukan arah cinta, karena cinta apabila telah menjatuhkan pilihan pada kalian, dialah yang akan menentukan perjalanan hidup cinta." (Trilogi hal.14)

Dalam kehidupan, manusia tidak mampu mengukur kualitas cinta, sebab kepenuhan cinta sesungguhnya adalah Allah itu sendiri. Allah adalah awal dan akhir kehidupan, Allah adalah cinta, maka hanya dalam dan melalui cinta manusia berjalan dan mengarahkan dirinya kepada Allah.

RASA ini - New version :p

sari - RASA INI
by Sari Agustini Syhariita on Sunday, October 10, 2010 at 5:26pm

ku tak percaya..

kau tak dsini..

meninggalkan ku..

disaat kau pergi,,



sungguh bahagia..

kau tak disini..

menghapus semua,,

sakit yg ku rasa..



mungkinkah kau merasakan..

semua yg ku pasrahkan..

SADAR..LAH kau nii!!



ku bingung padanya..

mungkin aku ilfil !!

namun apakah mugkin,

kau hilang dari hatiku..



kau pernah mnjadi..

pendusta cintanya..

namun tepatkah akuuu,,

bila ku pendam rasa ini..??!!



_new version..

by: SDA 7894_

apaa artinya cinta (?)

Mencintai seseorang it jangan mencintai kelebihanny sja cintailah jg kekuranganny agr kau mngerti apa artiny cinta.

dsaat dirimu ada d bwah jgn kau menganggap dirimu tiada artiny d wktu dirimu ada d tinggi diam2 kau dtang tuk merayu diriku.

Ak tak mengerti apa yg ada d dlm hatimu jangan kau membuat bingung diriku ini.

Hapuslah sdh kenangan qta brdua jgn lgi teringat dlm diriku selamat tinggal dirimu yg menyakiti ku ak anggap pujian darimu.. :'D



hahaha gatau knpa paasss bngettt sma sari sekarangg.. :D

like .: salju : apa artinya cinta :.

huss husss husss

Ya Allah, astaghfirullah.. Knpa stiap ak melihat atwpun mndengar nama 'NYA' trlebih teringat masa2 it, hati ini sakiitttt sangat sakiittt..
Ak ga mau mnyimpan ini trus mnrus ya rabb,ak sdh mngikhlaskn smua it,buang smua rasa it dr hati,pkiran dan hidup ku ya Allah..
jangan biarkan penyakit hati ini trus mnempel dlm hati ku sungguh sangat merusak hati dan hidup ku :'(
beri kjelasan ya rabb,ak sungguh msh brtanya2,ingin mngtahui kjlasan dr smua ini.. Huhu
sadarkan lah makhluk mu satu it ya Allah agar ia mau mmbuka smua kbnaran yg slma ini trsembunyi dan mau mengakui sgala ny trutma kebohongan2ny.. Insya allah,apapun it ak trima ya rabb.. Beri kan diri ini slalu kkuatan,kesabaran,dan slalu yg terbaik ya Allah ya tuhanku.. Amin amin ya rabbal'alamiin.. :"( :'D

Rabu, 10 November 2010

huhuuu aku tertipuuu :(

Lagu "Ular berbisa"

Artis "Hello Band"


Rasa-rasanya aku Telah Keliru

Memilih Kamu Sebagai KEKASIHKU

Cintamu PALSUU Sayangmu Semu

Bermain dan Permainkan Aku :"(

#Seperti Ular Seperti UlarYang Sangat Berbisa Sangat BerbisaSuka Memangsa Suka MemangsaDiriku Tergigit Cinta


Reff aku Tertipu aku Terjebakaku Terperangkap Muslihatmuaku Tertipu aku Terjebakaku Terperangkap Muslihatmu


Bisa Bisanya aku TekenaBisa Bisanya aku TerlenaRupa Rupanya Kau BerbahayaRupa Rupanya Kau Sama

Back To #


aku Tertipu aku Terjebakaku Terperangkap Muslihatmu

aku Tertipu dan aku Terjebak


*kini hanya ada penyesalan..

namun berusaha untuk selalu kuat menghadapi segalanya.. sabar dan mengikhlaskan itu smua.. lakukan yang terbaik, insya allah smua nya ada hikmah nya d balik smua ini,, SMANGAT SARI !!

yakin lah allah telah merencanakan dan akan memberikan yang lebih baik untuk sari.. amin :'D*

Kamis, 04 Maret 2010

LIRIK LAGU FALL FOR YOU

FALL FOR YOU

The best thing about tonight’s that we’re not fighting
Could it be that we have been this way before
I know you don’t think that I am trying
I know you’re wearing thin down to the core

But hold your breath
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
You’re impossible to find

This is not what I intended
I always swore to you I’d never fall apart
You always thought that I was stronger
I may have failed
But I have loved you from the start
Oh

But hold your breath
Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
It’s impossible

So breathe in so deep
Breathe me in
I’m yours to keep
And hold onto your words
Cause talk is cheap
And remember me tonight
When your asleep

Because tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
Tonight will be the night that I will fall for you
Over again
Don’t make me change my mind
Or I wont live to see another day
I swear it’s true
Because a girl like you is impossible to find
You’re impossible to find

TRANSLATE NYA

Hal terbaik malam ini bahwa kita tidak bertengkar
Mungkinkah kita sudah seperti ini sebelumnya
Aku tahu kau tidak berpikir bahwa saya berusaha
Aku tahu kau menipis ke inti

Tetapi menahan nafas
Karena malam ini akan menjadi malam bahwa aku akan jatuh untuk Anda
Lagi
Jangan membuat saya berubah pikiran
Atau saya akan hidup untuk melihat hari yang lain
Aku bersumpah itu benar
Karena seorang gadis seperti Anda adalah mustahil untuk ditemukan
Anda tidak mungkin ditemukan

Ini bukanlah apa yang aku berniat
Aku selalu bersumpah kepada kamu aku tak pernah hancur
Anda selalu berpikir bahwa aku semakin kuat
Aku mungkin telah gagal
Tetapi Aku telah mengasihi kamu dari awal
Oh

Tetapi menahan nafas
Karena malam ini akan menjadi malam bahwa aku akan jatuh untuk Anda
Lagi
Jangan membuat saya berubah pikiran
Atau saya akan hidup untuk melihat hari yang lain
Aku bersumpah itu benar
Karena seorang gadis seperti Anda adalah mustahil untuk ditemukan
Mustahil

Jadi bernapas dalam begitu dalam
Breathe saya
Aku milikmu untuk menjaga
Dan memegang kata-kata
Sebab bicara murah
Dan ingat aku malam ini
Ketika Anda tidur

Karena malam ini akan menjadi malam bahwa aku akan jatuh untuk Anda
Lagi
Jangan membuat saya berubah pikiran
Atau saya akan hidup untuk melihat hari yang lain
Aku bersumpah itu benar
Karena seorang gadis seperti Anda adalah mustahil untuk ditemukan
Malam ini akan menjadi malam bahwa aku akan jatuh untuk Anda
Lagi
Jangan membuat saya berubah pikiran
Atau saya akan hidup untuk melihat hari yang lain
Aku bersumpah itu benar
Karena seorang gadis seperti Anda adalah mustahil untuk ditemukan
Anda tidak mungkin ditemukan

GLOBAL WARMING

Pemanasan Global

admin on October 2, 2007

Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21.

Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.

Dampak Kenaikan Permukaan Air Laut dan Banjir terhadap Kondisi Lingkungan Bio-geofisik dan Sosial-Ekonomi Masyarakat.

Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut : (a) meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir, (b) perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove, (c) meluasnya intrusi air laut, (d) ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan (e) berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil.

Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim). Kemungkinan lainnya adalah akibat terjadinya efek backwater dari wilayah pesisir ke darat. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi. Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan.

  • Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove, yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209.543 ha (1982) menurun menjadi 3.235.700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496.185 ha (1993). Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993), telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi, maka : abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang, pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan, dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya.
  • Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan. Sebagai contoh, diperkirakan pada periode antara 2050 hingga 2070, maka intrusi air laut akan mencakup 50% dari luas wilayah Jakarta Utara.
  • Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah : (a) gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera ; (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pesisir di Papua ; (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah, payau, kolam ikan, dan mangrove seluas 3,4 juta hektar atau setara dengan US$ 11,307 juta ; gambaran ini bahkan menjadi lebih ‘buram’ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional, dan (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan, seperti di DAS Citarum, Brantas, dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia. Adapun daerah-daerah di Indonesia yang potensial terkena dampak kenaikan muka air laut diperlihatkan pada Gambar 1 berikut.
  • Terancam berkurangnya luasan kawasan pesisir dan bahkan hilangnya pulau-pulau kecil yang dapat mencapai angka 2000 hingga 4000 pulau, tergantung dari kenaikan muka air laut yang terjadi. Dengan asumsi kemunduran garis pantai sejauh 25 meter, pada akhir abad 2100 lahan pesisir yang hilang mencapai 202.500 ha.
  • Bagi Indonesia, dampak kenaikan muka air laut dan banjir lebih diperparah dengan pengurangan luas hutan tropis yang cukup signifikan, baik akibat kebakaran maupun akibat penggundulan. Data yang dihimpun dari The Georgetown – International Environmental Law Review (1999) menunjukkan bahwa pada kurun waktu 1997 – 1998 saja tidak kurang dari 1,7 juta hektar hutan terbakar di Sumatra dan Kalimantan akibat pengaruh El Nino. Bahkan WWF (2000) menyebutkan angka yang lebih besar, yakni antara 2 hingga 3,5 juta hektar pada periode yang sama. Apabila tidak diambil langkah-langkah yang tepat maka kerusakan hutan – khususnya yang berfungsi lindung – akan menyebabkan run-off yang besar pada kawasan hulu, meningkatkan resiko pendangkalan dan banjir pada wilayah hilir , serta memperluas kelangkaan air bersih pada jangka panjang.

Antisipasi Dampak Kenaikan Muka Air Laut dan Banjir melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional

Pola pemanfaatan ruang wilayah nasional memuat : (a) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan lindung (termasuk kawasan rawan bencana seperti kawasan rawan gelombang pasang dan banjir) ; dan (b) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan budidaya (hutan produksi, pertanian, pertambangan, pariwisata, permukiman, dsb). Sementara struktur pemanfaatan ruang wilayah nasional mencakup : (a) arahan pengembangan sistem permukiman nasional dan (b) arahan pengembangan sistem prasarana wilayah nasional (seperti jaringan transportasi, kelistrikan, sumber daya air, dan air baku.

Sesuai dengan dinamika pembangunan dan lingkungan strategis yang terus berubah, maka dirasakan adanya kebutuhan untuk mengkajiulang (review) materi pengaturan RTRWN (PP 47/1997) agar senantiasa dapat merespons isu-isu dan tuntutan pengembangan wilayah nasional ke depan. (mohon periksa Tabel 3 pada Lampiran). Oleh karenanya, pada saat ini Pemerintah tengah mengkajiulang RTRWN yang diselenggarakan dengan memperhatikan perubahan lingkungan strategis ataupun paradigma baru sebagai berikut :

  • globalisasi ekonomi dan implikasinya,
  • otonomi daerah dan implikasinya,
  • penanganan kawasan perbatasan antar negara dan sinkronisasinya,
  • pengembangan kemaritiman/sumber daya kelautan,
  • pengembangan kawasan tertinggal untuk pengentasan kemiskinan dan krisis ekonomi,
  • daur ulang hidrologi,
  • penanganan land subsidence,
  • pemanfaatan jalur ALKI untuk prosperity dan security, serta
  • pemanasan global dan berbagai dampaknya.

Dengan demikian, maka aspek kenaikan muka air laut dan banjir seyogyanya akan menjadi salah satu masukan yang signifikan bagi kebijakan dan strategi pengembangan wilayah nasional yang termuat didalam RTRWN khususnya bagi pengembangan kawasan pesisir mengingat : (a) besarnya konsentrasi penduduk yang menghuni kawasan pesisir khususnya pada kota-kota pantai, (b) besarnya potensi ekonomi yang dimiliki kawasan pesisir, (c) pemanfaatan ruang wilayah pesisir yang belum mencerminkan adanya sinergi antara kepentingan ekonomi dengan lingkungan, (d) tingginya konflik pemanfaatan ruang lintas sektor dan lintas wilayah, serta (e) belum terciptanya keterkaitan fungsional antara kawasan hulu dan hilir, yang cenderung merugikan kawasan pesisir.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh ADB (1994), maka dampak kenaikan muka air laut dan banjir diperkirakan akan memberikan gangguan yang serius terhadap wilayah-wilayah seperti : Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pada pesisir Barat Papua

Untuk kawasan budidaya, maka perhatian yang lebih besar perlu diberikan untuk kota-kota pantai yang memiliki peran strategis bagi kawasan pesisir, yakni sebagai pusat pertumbuhan kawasan yang memberikan pelayanan ekonomi, sosial, dan pemerintahan bagi kawasan tersebut. Kota-kota pantai yang diperkirakan mengalami ancaman dari kenaikan muka air laut diantaranya adalah Lhokseumawe, Belawan, Bagansiapi-api, Batam, Kalianda, Jakarta, Tegal, Semarang, Surabaya, Singkawang, Ketapang, Makassar, Pare-Pare, Sinjai. (Selengkapnya mohon periksa Tabel 1 pada Lampiran).

Kawasan-kawasan fungsional yang perlu mendapatkan perhatian terkait dengan kenaikan muka air laut dan banjir meliputi 29 kawasan andalan, 11 kawasan tertentu, dan 19 kawasan tertinggal. (selengkapnya mohon periksa Tabel 2 pada Lampiran).

Perhatian khusus perlu diberikan dalam pengembangan arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan prasarana wilayah yang penting artinya bagi pengembangan perekonomian nasional, namun memiliki kerentanan terhadap dampak kenaikan muka air laut dan banjir, seperti :

  • sebagian ruas-ruas jalan Lintas Timur Sumatera (dari Lhokseumawe hingga Bandar Lampung sepanjang ± 1600 km) dan sebagian jalan Lintas Pantura Jawa (dari Jakarta hingga Surabaya sepanjang ± 900 km) serta sebagian Lintas Tengah Sulawesi (dari Pare-pare, Makassar hingga Bulukumba sepanjang ± 250 km).
  • beberapa pelabuhan strategis nasional, seperti Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Mas (Semarang), Pontianak, Tanjung Perak (Surabaya), serta pelabuhan Makassar.
  • Jaringan irigasi pada wilayah sentra pangan seperti Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur dan Sulawesi bagian Selatan.
  • Beberapa Bandara strategis seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Semarang.

Selain antisipasi yang bersifat makro-strategis diatas, diperlukan pula antisipasi dampak kenaikan muka air laut dan banjir yang bersifat mikro-operasional. Pada tataran mikro, maka pengembangan kawasan budidaya pada kawasan pesisir selayaknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa alternatif yang direkomendasikan oleh IPCC (1990) sebagai berikut :

  • Relokasi ; alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut dan banjir sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. Dalam kondisi ekstrim, bahkan, perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi.
  • Akomodasi ; alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi, peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture) ; area-area yang tergenangi tidak terhindarkan, namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa, asset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar.
  • Proteksi ; alternatif ini memiliki dua kemungkinan, yakni yang bersifat hard structure seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). Walaupun cenderung defensif terhadap perubahan alam, alternatif ini perlu dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan proses alam yang terjadi sesuai dengan prinsip “working with nature”.

Sedangkan untuk kawasan lindung, prioritas penanganan perlu diberikan untuk sempadan pantai, sempadan sungai, mangrove, terumbu karang, suaka alam margasatwa/cagar alam/habitat flora-fauna, dan kawasan-kawasan yang sensitif secara ekologis atau memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan alam atau kawasan yang bermasalah. Untuk pulau-pulau kecil maka perlindungan perlu diberikan untuk pulau-pulau yang memiliki fungsi khusus, seperti tempat transit fauna, habitat flora dan fauna langka/dilindungi, kepentingan hankam, dan sebagainya.

Agar prinsip keterpaduan pengelolaan pembangunan kawasan pesisir benar-benar dapat diwujudkan, maka pelestarian kawasan lindung pada bagian hulu – khususnya hutan tropis - perlu pula mendapatkan perhatian. Hal ini penting agar laju pemanasan global dapat dikurangi, sekaligus mengurangi peningkatan skala dampak pada kawasan pesisir yang berada di kawasan hilir.

Kebutuhan Intervensi Kebijakan Penataan Ruang dalam rangka Mengantisipasi Dampak Pemanasan Global terhadap Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Dalam kerangka kebijakan penataan ruang, maka RTRWN merupakan salah satu instrumen kebijakan yang dapat dimanfaatkan untuk dampak pemanasan global terhadap kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Namun demikian, selain penyiapan RTRWN ditempuh pula kebijakan untuk revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang yang berorientasi kepada pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil dengan tingkat kedalaman yang lebih rinci.

Intervensi kebijakan penataan ruang diatas pada dasarnya ditempuh untuk memenuhi tujuan-tujuan berikut :

  • Mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada kawasan pesisir, termasuk kota-kota pantai dengan segenap penghuni dan kelengkapannya (prasarana dan sarana) sehingga fungsi-fungsi kawasan dan kota sebagai sumber pangan (source of nourishment) dapat tetap berlangsung.
  • Mengurangi kerentanan (vulnerability) dari kawasan pesisir dan para pemukimnya (inhabitants) dari ancaman kenaikan muka air laut, banjir, abrasi, dan ancaman alam (natural hazards) lainnya.
  • Mempertahankan berlangsungnya proses ekologis esensial sebagai sistem pendukung kehidupan dan keanekaragaman hayati pada wilayah pesisir agar tetap lestari yang dicapai melalui keterpaduan pengelolaan sumber daya alam dari hulu hingga ke hilir (integrated coastal zone management).
  • Untuk mendukung tercapainya upaya revitalisasi dan operasionalisasi rencana tata ruang, maka diperlukan dukungan-dukungan, seperti : (a) penyiapan Pedoman dan Norma, Standar, Prosedur dan Manual (NSPM) untuk percepatan desentralisasi bidang penataan ruang ke daerah - khususnya untuk penataan ruang dan pengelolaan sumber daya kawasan pesisir/tepi air; (b) peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta pemantapan format dan mekanisme kelembagaan penataan ruang, (c) sosialisasi produk-produk penataan ruang kepada masyarakat melalui public awareness campaig, (d) penyiapan dukungan sistem informasi dan database pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang memadai, serta (e) penyiapan peta-peta yang dapat digunakan sebagai alat mewujudkan keterpaduan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-kecil sekaligus menghindari terjadinya konflik lintas batas.
  • Selanjutnya, untuk dapat mengelola pembangunan kawasan pesisir secara efisien dan efektif, diperlukan strategi pendayagunaan penataan ruang yang senada dengan semangat otonomi daerah yang disusun dengan memperhatikan faktor-faktor berikut :
  • Keterpaduan yang bersifat lintas sektoral dan lintas wilayah dalam konteks pengembangan kawasan pesisir sehingga tercipta konsistensi pengelolaan pembangunan sektor dan wilayah terhadap rencana tata ruang kawasan pesisir.
  • Pendekatan bottom-up atau mengedepankan peran masyarakat (participatory planning process) dalam pelaksanaan pembangunan kawasan pesisir yang transparan dan accountable agar lebih akomodatif terhadap berbagai masukan dan aspirasi seluruh stakeholders dalam pelaksanaan pembangunan.
  • Kerjasama antar wilayah (antar propinsi, kabupaten maupun kota-kota pantai, antara kawasan perkotaan dengan perdesaan, serta antara kawasan hulu dan hilir) sehingga tercipta sinergi pembangunan kawasan pesisir dengan memperhatikan inisiatif, potensi dan keunggulan lokal, sekaligus reduksi potensi konflik lintas wilayah
  • Penegakan hukum yang konsisten dan konsekuen – baik PP, Keppres, maupun Perda - untuk menghindari kepentingan sepihak dan untuk terlaksananya role sharing yang ‘seimbang’ antar unsur-unsur stakeholders.

Kamis, 11 Februari 2010

nama ilmiah hewan tumbuhan

Nama - Nama Ilmiah Tumbuhan & Hewan

TUMBUHAN
Adas Foeniculum vulgare
Akar Alang-Alang Imperata cylindrica
Akar Bahar Euplexaura anthipathes
Albisia Albizia sp.
Amanita Amanita Muscaria
Andong Merah Cordyline roxburghiana
Anggrek bulan sumatera Phalaenopsis sumaterana
Anggrek Bulan Phalaenopsis amabilis
Anggrek Hitam Coelogyne pandurata
Anggrek Merpati Dendrobium crumenatum
Anggrek Tanah*1 Vanda teres
Anggrek Tanah*2 Nervilia aragoana
Anggrek Vanda Vanda insignis
Aren Arenga pinnata
Asem Tamarindus indica
Aseman Oxalis corniculata
Awar-awar Ficus religiusa
Babakoan Scaevola fruescens
Balanceng (Tebu Pembisu) Dieffenbachia seguine
Bandotan Ageratum conyzoides
Baru Cino Artemisia vulgaris
Bawang Merah Allium cepa
Bawang Putih Allium sativum
Bayam Merah Aerva sanguinolenta
Begonia Begonia glabra
Bendo Artocarpus altillis
Bengkuang Pachirrhyzus erosus
Beringin Ficus benjamina
Bintaro Cerbera manghas
Blimbing wuluh Averrhoa bilimbi
Bluntas Plucea indica
Bubut Megalaima carvina
Bugenvil Bougainvillea glabra
Buncis Phaseolus vulgaris
Bunga Aster Aster multiflorus
Bunga Bangkai Amorphopalus sp
Bunga Bangkai Rafflessia arnoldi
Bunga Bangkai *1 Titan arum
Bunga Bangkai *2 Amophophalus sp.
Bunga Bangkai Raksasa Rafflesia Arnoldi
Bunga Irian Mucuna bennettii
Bunga matahari Helianthus annus
Bunga Mentega Nerium odorum
Bunga Merak Caesalpinia pulcherrima
Bunga Raflesia Raflesia arnoldi
Bunga Tasbih Canna indica
Bungur Jepang Lagerstroemia indica
Bungur Lagerstroemia flos-reginae
Bungur Lagestroemia speciosa
Bunya-Bunya Araucaria bidwili
Cabai Merah Capsicum anuum
Cemara Gunung Casuarina junghuniana
Cemara Laut Casurina equisetifolia
Cemara Araucaria cunninghami
Cemara Cupressus lusitanica
Cempedak Arthocarphus champeden
Cendana Santalum album
Cengkih Euginia aromatica
Ceremai Phylantus dietricus
Cermai (Siyanto) Syzigium unniflorum
Cermai Eugenia formosa
Cokelat Theobroma cacao
Damar Podocarpus damara
Delima Punica granatum
Dilem Pogostemon patchouli
Durian Durio zibenthinus
Eceng Gondok Eichornia crassipes
Flamboyan Delonix regia
Gadung Dioscorea hispida Denst
Ganyong Canna indica
Ganyong Canna edulis
Gegajahan Besar Numenthus arguata
Gegajahan Kecil Numenthus minutes
Gegajahan Sedang Numenthus phaeopus
Genjer Limnocharis Flava
Ginkgo Ginkgo Biloba
Gloksinia Sinningia speciosa
Hanjuang Biksu Pleomele fragans
Howortia Howorthia margaritifera
Jagung Zea mays
Jalarang Ratufa bicolor
Jambe Daun Areca catechu L
Jambu Batu Psidium guajava
Jambu biji Psidium guajava
Jambu Monyet Anacardium occidentale
Jambu monyet Anacardium occidentale
Jamur Payung Agariscus camprestis
Jamur Penicillium Peniccilium notatum
Jamur Ragi Saccharomyches cerevisiae
Jamur Tiram Plerotus ostreatus
Jarak Abang Rinicus communis
Jarak Pager Jatropa curcas
Jarak Ricinus communis
Jati Tectona grandis
Jelarang Ratufa bicolour
Jenggot Yahudi Episcia reptana
Jeringau / Dringu Acorus calamus
Jeruk Bali Citrus maxima
Jeruk Keprok Citrum nobils
Jeruk Nipis Citrus aurantifolia
Kacang Hijau Phaseolus radiatus
Kacang Tanah Arachis hypogaea
Kacapiring (Jempiring) Gardenia jasminodes
Kakanangan Amherstia nobilis
Kaktus Anggur Sedum murganianum
Kaktus Panda Kalanchoe tomentosa
Kalatea Batik Calathea litzea
Kalendra Daun Acasia albida
Kamboja Plumeria multifora Ait
Kangkareng Aceros coronatus
Kangkung Ipomea aquatica
Kantong semar Nephentes spp
Kantong Semar *1 Nephenthes maxima
Kantong Semar *2 Sarracheria purpurea
Kantung Semar Nephentes sp.
Kapas Gossypium arborescers
Kapasan Passer malaccensis
Kapong / Krangkong Ipomoea fistulosa
Kapri Pisum sativum
Karet Havea Brasiliensis
Katapang Terminalia Catappa
Kayu Gaharu Aquilaria malakensis
Kayu Kruing Dipterocarpus spp.
Kayu Putih Eucaliptus alba
Kecubung Datura metel
Kedelai Glycine max
Kedelai Soja max
Kelapa Cocos nucifera
Kelapa Sawit Elaeis Guineensis
Kembang Bokor Plumbago auriculata
Kembang jembel Celosia argentea
Kembang Sepatu Hibiscus rosa-sinensis
Kembang Soka (Soka Beureum) Ixora ciccenia
Kemiri Aleuritus moluccana
Kenanga Cananga odorata
Kenari Canarium commune
Kentang Solanum tuberosum
Ketapang Terminalia catappa
Ketul Bidens pilosa
Ki Hujan Samanea saman
Klerek Sapindus rarak
Kopi Coffea arabica
Krisan Chrysanthenum cinerarridium
Krokot (Kriminil) Althernathera ficoidea
Kunyit / kunir Curcuma domestica
Kunyit Curcuma domestica
Kuphea Cuphea hyssopifolia
Kuping Gajah Anthurium Cristallianum
Kurma Phoenix dactylifera
Lada Piper Nigrum
Lada/merica Piper ningrum
Langsep Lansium domesticum
Laos Alphina galanga
Lidah buaya Aloe vera
Lidah Mertua Sansevieria trifasciata
Lilia Laut Bertangkai Metacrinus interruptus
Lilia Laut Tak Bertangkai Antendon rosaceae
Lmut Janggut Usnea sp.
Lombok Besar Capsicum anuum
Lombok Rawit Capsicum frutecens
Mahoni Swietenia mahagoni
Mangga Mangifera indica
Mangkokan Nothopanax scutellarium
Matoa Pometia pinnata
Mawar Rosaceae sp.
Melati Mentomori Brunfelsia aniflora
Mengkudu Morinda citrifolia
Meranti Shorea spMimba
Meranti Shorea sp.
Mindi Melia azedarach
Mojopait Aegele Marmelos
Monster Brazil Monstera deliciosa
Nanas Ananas commocus
Nangka Arthocarphus integra
Nangka Arthocarpus heterophylla
Nusaindah Musaenda philppica
Orok-Orok Crotalaria juncea
Padi Oryza sativa
Pakis Haji Cychas rumphii
Paku Ekor Kuda Equisetum debile
Paku Kawat Lycopodium cernuum
Paku Lidah Ular Ophiogeosum vulgatum
Paku Rane Selaginella wildenowii
Paku Sarang Burung Asplenium nidus
Paku Sigung Didymochlaena cruncatula
Pala Myristifa fragans
Palem Botol Mascarena lagenicaulis
Palem Wategu Rhapis exelsa
Palm Sumatera Nengah gajah
Pandan Kerajinan Pandanus bidur
Pandan Wangi Pandanus amarillyfolius
Patah Tulang Euphorbia tirucalli
Patah Tulang Euphorbhia intyii
Pecuk Ular Anhinga melanogaster
Pepaya Carica papaya
Peperomia Peperomia verschaffeltii
Perbena Verbena laciniata
Petai Cina Leucaena glauca
Picisan Drymoglosum pilosafloides
Pinang Areca catechu
Pinus Cupressus lusitanica
Pinus Pinus merkusii
Pisang Musa paradisiaca
Pisang Hias Heliconia collinsiana
Piuk Les Saintpaulia ionantha
Podokarpus Podocarpus imbricatus
Pohon Alder Alnus sp.
Pohon Birch Betula sp.
Pohon Juniper Juniperus sp.
Pohon Maple Aler campester
Pohon Spruce Picea sp.
Pule pandak Rauvolfia serpetina
Puring Codiaeum variegatum
Putri Malu Mimosa pudica
Rami Hibiscus sabdariva
Randu kapok Gossypium hirsutum
Resan Tropik Gleicheris linearis
Rotan Calamus axillaris
Rotan Calamus caesius
Rumput Afrika Brachiaria mutika
Rumput Gajah Axonopus compressus
Rumput Gejawan Echinochloa cruss-galli
Rumput Kerbau Paspalum conyugatum
Rumput Laut Spinifex littoreus
Rumput Teki Cyperus rotundus
Rumput Timunan Leptochloa chinensis
Rumput Torpedo Panicums repens
Salak Salacca zalacca
Sambiloto Andrographis paniculata
Segerat Mirabilis jalapa
Seledri Apium graveolens
Sembung Blumea balsamifera
Sengon Albisia sp
Serai Andropagun fragans
Serai/sere Cymbopogon sp
Sikap Elang Falco peregrinus
Simbar Menjangan Platycerium coronarium
Simpai Presbitis Melalophos
Singkong Daun Manihot esculenta
Sirih Piper betle
Sirsak Annona muricata
Sirsat / Muris Annona muricata
Siwalan Borassus flabellifer
Slentek Mustela plavigula
Sri Rejeki Aglaonema pictum
Srikaya Annona squamosa
Srikaya Annona squamosa
Srikaya Anona squamosa
Sukun Artocarpus antilis
Sumbang Darah Hemigra phis-alternata
Suplir Adiantum sp.
Talas atau Bentul Colocasia esculenta
Tangkil (Melinjo) Gnetum gnemon
Tapak Laman Elepantophus scaber
Tapak Liman Elephantopus scaber
Tebu Saccharum officinarum
Teh Camellia sinensis
Tembakau Nicotiana Tobacum
Tempuyung Sonchus arvensis
Temulawak Curcuma xanthorrhiza
Terung Solanum melongeng
Tomat Solanum iycopersicum
Trulek Jawa Vanellus macropterus
Trulek Lidi Himantopus himantopus
Tubo Derris elliptica
Ubi Kayu Manihot esculenta
Urang-Aring Eclipta alba
Vanili Vanilla planifolia
Venus Flytrop Dionaea muscipula
Wangka Albizia procera
Waru Hibicus tiliaeus
Wawung Lantana camara
Wedusan Ageratum conyzoides
Willi - willi Esacus magnirostris





HEWAN
Alap-alap Burung Accipiter virgatus
Alap-alap Kecil Falco longipenis lengipennia
Alap-alap kelelawar Machairamphus aleinus
Alap-alap Madu Pernis ptilorhynchus
Alap-alap Sapi Falco molluccensis
Alap-alap Sikra Accipiter badius
Aus (Laba-Laba Berbahaya) Atraax robustrus
Ayam Gallus gallus
Ayam hutan hijau Gallus varius
Ayam hutan merah Gallus gallus
Babi Hutan Sus scrofa vittatus
Babirusa Babyroussa babyrussa
Badak sumatera Dicerorhinus sumatrensis
Badak Rhinoceros sonaicus
Bajing Hutan Callosciurus nigrevitatus
Bajing Kelapa Calosciurus notatus
Bajing Tanah Lariscus insignus
Bajing Terbang Petaurista elegants
Bangau Hitam Ciconia episcopus
Bangau Tongtong Leptiptolus javanicus
Bangkong Bufo bufo
Banteng Bos sondaicus
Bekantan Nasalis Larvatus
Bekicot Achatina fulica
Beo Grucula religiosa
Beruang madu Nectarinia chalcostetha
tenggorokan pirang
Beruang Helarctos malayanus
Beruang kacamata leher abu-abu Lopohozosterops javanica
Beruang madu Lichmera flavicans
Beruang Madu Helarctos malayanus
Beruang madu dada coklat Conopophila albogularis
Beruang madu pipi merah Anthreptes malarensis
Beruang madu sesap madu coklat Lichmera indistincta
Beruk Mentawai Macaca pagensis
Betet Psittacula alexandri
Betet coklat Lanius cristatus
Betet Kelapa Tanygnathus sumatranus
Biawak Varanus salvator
Biawak coklat Varanus gouldii
Biawak Kuning Varanus flvescers
Binatang Hantu Tarsius spectrum
Bintang Laut Biru Linchia laevigata
Bintang Laut Lengan Pendek Culcita sp.
Bintang Laut Merah Asteria forberi
Bintang Ular Ophiolesis sp.
Binturung Arsctictis binturong
Biuku (Terapin Sungay) Batagur baska
Bluwok Berwarna Ibis leucocephalus
Bluwok Putih Nycteria cinerea
Boti (Kera Tonkean) Macaca tonkeana
Buaya Air Tawar Crocodylus siamensis
Buaya Asia Crocodylus porrosus
Buaya Misisipi Alligator mississippiensis
Buaya Senyulang Tomistoma schlegeii
Buaya Sungai Nil Crocodylus nyloticus
Bulu Babi Duri Panjang Diadema saxatile
Bulu Babi Duri Pendek Echinus sechulenthus
Bunglon Calotus jubatus
Bunglon Calores versicolor
Burung alap-alap Accipitridae
Burung Betet Psittacula alexandri
Burung Elang Pandionidae
Burung Elang Haliastus indus
Burung gereja Sturnus sp
Burung Gosong Megapodius reinwardti
Burung Jalak Sturnus contra
Burung Kipas Rhipidura javanica
Burung Kuntul Nycticorax nycticorax
Burung Madu Aethopyga malarensis
Burung Madu kelapa Aethopyga eximia
Burung Madu Penganten lNectarinia sperata
Burung Madu Sepah Raja Aetophyga siparaja
Burung Madu Sriganti Nectarinia jugularis
Burung Pelikan Pelecanus roseusroseus
Burung Perkutut Gleopelia striata
Burung Pungguk Ninox sculata
Burung Puyuh Turix suscitator
Burung Rangkong Bucerotidae
Burung Tilil Tlinga glareola
Burung Unta Struthia camelus
Cacing Hati Babi Taenia solium
Cacing Hati Gajah Wucherenia bancrofti
Cacing Hati Sapi Taenia saginata
Cacing Hati Fasciola hepatica
Cacing Kremi Oxyuris vermacularis
Cacing Palolo Palola viridis
Cacing Perut Ascaris lumbricoides
Cacing Sondari Pheretima musica
Cacing Tambang Ancylostoma duodenale
Cacing Wawo Lysidicea oele
Camar Larus Sp
Caplak Anjing Rhipicephalus sanguinis
Caplak Kerbau Sapi Boophilus microplus
Caplak Ternak Boophilus annulatus
Caplak Tikus Ixodes granulatus
Caplak Unggas/ Haemophysalis wellingtoni
Capung Besar #1 Myrmeleon frontalis
Capung Besar #2 Libellula sp.
Capung Terbesar Megalopropus caerolotus
Capung Anax imperator
Cecak Gymnodactylus deccanensis
Cecurut Suncus murinus
Cekakak Jawa Halycon cyanoventris
Cekakak Sungai Halycon chloris
Cendrawasih Paradisea regiana
Cendrawasih Kuning Kecil Paradisaea minor
Cendrawasih Merah Paradisaea rubra
Cendrawasih Raja Cicinnurus regius
Chiton Tonicella lineata
Cica Matahari Crocias albonotatus
Cicak Helmidactylus frenatus
Cicak Gecko geko
Cikukua Tanduk Philemon bucerocles
Codot Cynopterus sphinx
Congcorang Manthis religiosa
Cumi Cumi #1 Doryteuthis bleekeri
Cumi-cumi #2 Loligo indica
Cumi-cumi Raksasa Architeutis imperatos
Dara Mahkota Lorius lory
Derkuku/dederuk Cocomantis variolopus
Dige (Kera Heck) Macaca hecki
Dihe (Kera Gorontalo) Macaca nigrescens
Duyung Halicore dugong
Echidna Tachyglossus aculeatus
Elang Hinecopernis longicauda
Elang bondol wulung Hallastur indus
Elang Bondol Haliastur indus
Elang Brontok Spizaetus cirrhatus
Elang Coklat Accipiter fasciatus
Elang Hitam Spizaetus cirrihatus
Elang Ikan Pandion haliaetus
Elang Jawa Spizaetus bartelsi
Elang Jawa Spizaetus bartelsi
Elang Kecil Hieraetus kienarri
Elang Laut Kecil Ichthyophaga nana
Elang Laut Perut Putih Haleaeaetus leucogaster
Elang Tikus Elanus caerulens
Elang Tikus Elanus caeruleus
Elang Ular Spillornis chella
Elang Ular Bido Spilormis cheela
Endoke (Kera Buton) Macaca brunescens
Eruang madu tenggorokan ungu Nectarina sperata
Fonti (Kera Togean) Macaca togeanus
Gajah Elephas indicus
Gajah Elephas maximus
Gelatik Jawa Podda oryzifora
Glatik Pada oryzivora
Gorila / Orang Utan Pongo pygmeus
Gurita Octopus vulgaris
Gurita Raksasa Paroctopus defleini
Hada (Kera Sepatu) Macaca ochreata
Hama Buah Bactrocerra sp.
Hama Gudang Tribolium sp.
Harimau Dahan Neofelis nebulosa
Harimau Sumatera Panthera tigris-sumatranus
Harimau*1 Felis tigris
Harimau*2 Leo tigris
Hiu Biru Besar Prionace glauca
Hiu Geger Lintang Jinak Rhincodon typus
Hiu Goblin Scapanohynchus owstoni
Hiu Macan Tutul Triakis semifasciata
Hiu Martil Sphyrna zygaena
Hiu Putih Besar Carcharodon cacharias
Ibis putih Kepala Hitam Threskiornis aethiopica
Ikan Bandeng Chanos chanos
Ikan Gurami Osphronemus goramy
Ikan Koki Carassius auratus
Ikan Lele Clarias bathracus
Ikan Mas Cyprinus caprio
Ikan Mujair #1 Tilapia massambica
Ikan Mujair #2 Oreochromis mossambicus
Ikan Pari Manta Manta birostris
Ikan Paru Lepidosiren paradoxa
Jalak Bali Leucopsar rotschildi
Jalak gunung Sturnus contra
Jalak koci Copsychus chinensis
Jalak Putih Sturnus melanopterus
Jangkrik Gryllus bimaculatus
Jelarang (Tupai Hitam Besar) Ratufa bicolor
Joja (Lutung Mentawai) Presbitis potenziani
Julang Emas Rhicticeros undulatus
Junai Mas Caloenas nicobarica
Kadal Mabouya multifasciata
Kadal Mabouya multifasciata
Kakak Tua Besar Jambul Kuning Cacatua galerita
Kakak Tua Kecil Jambul Kuning Cacatua sulphurea
Kakak Tua Raja Probosciger atertimus
Kaki Seribu Julus virgatus
Kalajengking Australia Androctenus australis
Kalajengking Buku Chelifer canccroides
Kalajengking Thelyponus condutus
Kalaweit Hylobates albibarbis
Kalong Pteropus edulis
Kambing Sumatera Capricornis sumatrensis
Kancil Tragulus javanicus
Kangkareng Hitam Anthracoceros malayanus
Kanguru Pohon Dendrogalus inustus
Kasturi Raja Psittrichas fulgidus
Kasuari Casuarius casuarius
Kecoa #1 Blattaria sp.
Kecoa #2 Periplanetal americana
Kecubung Datura metel
Kedih Presbitis thomasi
Kelabang Raksasa Scolopendra gigantea
Kelabang Scoloppdridae
Kelasi (Lutung Maron) Presbitis rubicunda
Keong Gondang Pilla ampulaceae
Keong Vivipara javanica
Kepik Emas Coccinela sp.
Kepiting Scyda serrata
Kera Abu-abu Macaca fascicularis
Kera Hitam Dare Macaca maura
Kera Hitam Sulawesi Macaca nigra
Kera Hitam/Budeng Presbytis cristata
Kera tak berbuntut Hylobatidae
Kerang Hijau Mytilus edulis
Kerang Codakia figeria
Ketunggeng #1 Hetereometrus cyneus
Ketunggeng #2 Buthus afer
Kijang Muntiakus muntjak
Kima Raksa Tridacna maxima
Kipasan Belang Rhipidura javanica
Kipasan Ekor Merah Rhipidura phoenicura
Kiwi Apterix australis
Kobra*1 Naja tripudins
Kobra*2 Naja naja
Komodo Varanus komodoensis
Kuau Raja Argusisnus argus
Kubung (Lemur Terbang) Cynocephalus variegatus
Kucica / kacer Aegiyhina tiphia
Kucing Bakau Felis viverrina
Kucing Hitam (Congkok) Felis bengalensis
Kucing Hutan Felis bengalensis
Kucing Felis domesticus
Kukang Nycticebus coucang
Kumbang Daun Leptinotarsa decemlineata
Kumbang Pohon Kelapa Drytes apicalis
Kuntul Besar Egretta Alba
Kuntul kecil Egretta gazzeta
Kuntul Kerang Egretta sacra
Kuntul Kerbau Bubulcus ibis
Kuntul Perak Egretta intermedia
Kuntul Sedang Egretta intermedia
Kupu-kupu Sastragala sp
Kupu-Kupu Burung Peri Ornithopthera chimaera
Kupu-Kupu Mutiara Papilio polytes
Kupu-Kupu Sirama rama Attlacus atlas
Kura-kura Coura sp
Kura-Kura Air Tawar Chelydra serpentia
Kuskus Phalanger sericeus
Kutilang Pycnonotus cafer
Kutilang emas Pycnonotus g. personatus
Kutu Anjing Ctenodephalus cannis
Kutu Buku Lepisma sacharina
Kutu Busuk #1 Cimex ectularius
Kutu Busuk #2 Cimex rotundatus
Kutu Daun Apis medicaginis
Kutu Kepala Pediculus capitis
Kutu Manusia Purea irritans
Kutu Paha Phtirus pubis
Kutu Pakaian Pediculus humanus
Kutu Tikus Xenopsilla cheopis
Kuwuk Felis marmorata
Laba-Laba Babi Nephila maculata
Laba-Laba Pemburu Heteropoda venatoria
Lalat Buah Dropsophila melanogaster
Lalat Rumah Musca domestica
Lancah Maung Selenosmia javanensis
Landak Hystrix brachyura
Larwo/murai batu Copsychus malabaricus
Lebah Madu Apis indica
Lilia Laut Bertangkai Ptilocrinus pinnatus
Lilia Laut Tidak Bertangkai Metaricanus interuptus
Lintah India Dinobdilla ferox
Lintah Jawa Hirudinaria javanica
Lintah Timor Tengah Limnatis nilofica
Lintah Hirudo medicinalis
Lipan Scolopendra subspinipes
Lumba-lumba pemangsa kecil Peponocephala electra
Lumba-lumba tak bersirip Neophocaena phocaenoides
Lutung Banggat Presbitis hosei
Lutung Dahi Putih Presbitis frontata
Lutung Jawa Trachypithecus auratus
Macan Dahan Neofelis nebulosa
Macan Kumbang Panthera pardus
Macan Tutul Panthera pardus
Maleo Macrocephalon maleo
Malu - Malu Nycticebus coucang
Mentok Rimba Carina scutulata
Merak Hijau Pavo muticus
Merpati Columbia lifia
Moose Axes sp.
Musang Cokelat Sulawesi Macrogalidia musschenbroeki
Musang Congkok Prionodon linsang
Nuri Bayan Eklectus roratus
Nuri Kepala Hitam Lorius lory
Nyamuk Malaria Anopheles sp.
Opior Jawa Lophozophterops javanicus
Owa Jawa Hylobates moloch
Pacet Haemadipsa zeylanisa
Panda Pandanus sp.
Paok Hijau Pitta Sordida
Paok Pancawarna Pitta Guajana
Paus Orchinus orcha
Pekaka Emas Pelargopsis eapensis
Penguin Apterodytes forsteri
Penyu Bromo Caretta caretta
Penyu hijau Chelonia mydas
Penyu Kulit Dermochelis coreaceae
Penyu sisik temu Lepidochelys olivacea
Penyu Sisik Erethmochelys imbricata
Penyu Chelonia mydas
Perkutut Geopelia striata
Pinjal Pulex iritans
Platypus Ornithorhynchus sanguinus
Raja Udang Tanysiptera danae
Raja Udang Halchyon fulgida
Raja Udang biru Ceyx azuera
Raja Udang biru jawa Halchyon cyanoventris
Raja Udang biru kecil Alcedo coerulescens
Raja Udang Eurasia Alcedo atthis
Raja Udang hitam Halchyon macleayil
Raja Udang kalung putih Halchyon chloris
Raja Udang kuduk hitam Halchyon pileata
Raja Udang leher putih Halchyon smirnensis
Raja Udang merah Halchyon coromanda
Raja Udang paruh bangau Pelargopsis copensis
Raja Udang punggung merah Ceyx rofidorsus
Rajungan Neptunus pelagiais
Rangkok Kecil Anthracocaros malabaricus
Rangkong Badak Bucleros hinocheros
Rangkong Sulawesi Aceros cassidia
Rayap #1 Calotermes tectonal
Rayap #2 Reliculitermis flavipes
Remis Asaphis detlorasa
Rusa Cervus timorensis
Rusa Bawean Axis kuhli
Rusa Timor Cervus timorensis
Rusa Tutul Axis axis
Salamander Api Salamandra salamandra
Samber Lilen Chrisochorosa fulminans
Sandang Lawo Ciconia episcopus
Semut Hymenoptera sp
Semut Hitam Dolichoderus sp.
Sengat Laut Chironex fleckeri
Serangga Peloncat Dalbulus maidis
Serindit Loriculus exilis
Siamang Kerdil Hylobates klossii
Siamang Hylobates syndactilus
Sigung Mydaus javanensis
Simakobu Simias concolor
Singa Leo leo
Singapuar Tarsius Bancanus
Siput Darat Achatina pulica
Siput Lymnaea truncatula
Sotong Sepiella Maindroni
Surili Presbitis comata
Tapir Taphirus indiscus
Tapir Tapirus senuk
Tawon Endas Vespula maculata
Tekukur Sreptopelia bitorquata
Tepus Pipi Perak Stachyris melanothorax
Teripang Thyone briarcus
Teripang Hitam Holothuria athra
Teripang Nanas Thelenota ananas
Teripang Pasir Holothuria scabra
Tikus Rattus rapit
Tikus Rattus rattus
Tiong Emas Nias Gracula religiosa-robusta
Tokek Gecho gecho
Tonggeret Dundabia manifera
Trenggiling Manis javanicus
Tuatara Sphenodon punchatus
Tulum tumpuk Megalaima javanica
Tulung Tumpuk Kembang Megalaima javensis
Tungau Sarcoptes scobei
Tupai Tupaia javanica
Udang Lysmata grabhami
Ular air Cerberus rynchops
Ular cobra/sendok Naja sputatrix
Ular hijau Trimeresurus albbolabris
Ular kadut Acerochordus granulatas
Ular lumpur Enhydris plumbea
Ular pelangi Xenopeltis unicolor
Ular Piton Phyton reticulatus
Ular Pohon Boiga sp.
Ular pucuk pohon Dryophis prasinus
Ular Sanca Bodo Phyon morulus
Ular Sanca Hijau Morelia viridis
Ular sawah Python reticulatus
Ular tali wangsa Boiga denrophila
Ular welang Bungarus javanicus
Ular weling Bungarus candius
Ulat Sutra Bombyx mori
Undur-Undur Myrmeleon frontalis
Ungko (Gibon Bertangan Hitam) Hylobates agilis
Ungko Kalimantan Hylobates muelleri
Ungko Lengan Putih Hylobates lar
Walang Sangit Leptacorisa acuta
Walet Collocalia fuchipaga
Wereng Coklat Nilaparvata lugens
Wereng Hijau Nephoterix apicalis

Jumat, 18 Desember 2009

bersamamu



" BERSAMAMU

Memandang wajahmu cerah
Membuatku tersenyum senang
Indah dunia
Tentu saja kita pernah mengalami perbedaan
Kita lalui
Tapi aku merasa
Jatuh terlalu dalam cintamu
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi s’lamanya

Reff :
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu
Sampai nanti akan s’lalu
Bersama dirimu

Saat bersamamu kasih
Ku merasa bahagia dalam pelukmu
Tapi aku merasa jatuh terlalu dalam cintamu
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi s’lamanya

Back to Reff

Seperti yang kau katakan
Kau akan selalu ada
(Kau akan selalu ada)
Menjaga memeluk diriku dengan cintamu

Dengan cintamu

Back to Reff

Saat bersamamu kasih
Ku merasa bahagia dalam pelukmu

laguu












Ku tak percaya kau ada di sini
Menemaniku di saat dia pergi
Sungguh bahagia kau ada di sini
Menghapus semua sakit yang kurasa
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Mungkinkah kau merasakan
Semua yang ku pasrahkan
Kenanglah kasih..
Reff :
Ku suka dirinya, mungkin aku sayang
Namun apakah mungkin, kau menjadi milikku
Kau pernah menjadi , menjadi miliknya
Namun salahlah aku, bila ku pernah merasa ini
Na nana nanana nana nanana

laguu

"Wake Me Up When September Ends"

Summer has come and passed
The innocent can never last
wake me up when September ends

like my father's come to pass
seven years has gone so fast
wake me up when September ends

here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are

as my memory rests
but never forgets what I lost
wake me up when September ends

summer has come and passed
the innocent can never last
wake me up when September ends

ring out the bells again
like we did when spring began
wake me up when September ends

here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are

as my memory rests
but never forgets what I lost
wake me up when September ends

Summer has come and passed
The innocent can never last
wake me up when September ends

like my father's come to pass
twenty years has gone so fast
wake me up when September ends
wake me up when September ends
wake me up when September ends